PANGKEP, viralcobos — Ketegangan yang menyelimuti Posko Induk penanganan kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Balocci, Pangkep, akhirnya mencair. Suasana hening seketika berubah menjadi gemuruh emosional tepat pada Jumat (23/1/2026) pagi.
Tangis haru pecah tak tertahankan saat seluruh korban—total 10 orang—dinyatakan telah berhasil ditemukan dan dievakuasi di hari ketujuh pencarian ini.
Seluruh personel yang bertugas—mulai dari Tim SAR gabungan, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, hingga unsur pemerintah—larut dalam satu rasa. Tubuh-tubuh lelah yang berbalut seragam lapangan itu saling berpelukan erat. Sebagian besar dari mereka bahkan spontan bersimpuh, melakukan sujud syukur di atas tanah Posko Induk.
Momen penemuan korban terakhir sekitar pukul 09.16 WITA ini menjadi puncak dari segala lelah dan tekanan mental yang mereka tanggung selama sepekan penuh. Emosi yang selama operasi pencarian tertahan di balik profesionalisme dan ketegasan, akhirnya tumpah ruah.
Pemandangan di Posko Induk hari ini menjadi bukti nyata sisi humanis para petugas. Di balik peralatan berat dan strategi evakuasi yang rumit, ada 6 nurani yang bergetar hebat saat misi kemanusiaan ini dinyatakan tuntas. Air mata mereka bukan sekadar luapan lega, melainkan bentuk penghormatan terakhir dan empati mendalam bagi keluarga korban yang telah menanti kepastian.
Keberhasilan operasi ini adalah buah dari perjuangan “berdarah-darah”. Tim gabungan harus berjibaku melawan medan Gunung Bulusaraung yang dikenal ekstrem, tebing terjal, serta cuaca yang tidak bersahabat sejak hari pertama.
Tekanan waktu dan tanggung jawab moral untuk memulangkan jenazah kepada keluarga menjadi bahan bakar utama mereka untuk bertahan. Rasa lelah fisik seolah terbayar lunas ketika kepastian nasib seluruh korban berhasil didapatkan hari ini.
Menandai berakhirnya misi berat ini, operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 resmi ditutup dengan doa bersama di lokasi. Seluruh personel menundukkan kepala, mengirimkan doa terbaik bagi para korban agar tenang di sisi-Nya.
Peristiwa pagi ini di Pangkep menjadi pengingat kuat bagi kita semua, bahwa dalam setiap operasi bencana, kemanusiaan adalah bahasa universal yang menyatukan segalanya. Terima kasih, para pahlawan kemanusiaan.
Tim Redaksi : BAYU










