Maros, viralcobos – Pemerintah Kabupaten Maros melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sukses melaksanakan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten Maros Tahun 2025. Kegiatan strategis ini digelar sebagai respons atas meningkatnya frekuensi dan dampak bencana hidrometeorologi dalam dua dekade terakhir, khususnya di wilayah Kabupaten Maros yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, Kamis 04 Desember 2025
Pelatihan berlangsung selama beberapa hari dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, BMKG, BASARNAS, Damkar, Pramuka, BAZNAS, hingga Tagana. Para peserta berasal dari unsur relawan, aparatur pemerintah, dan unsur masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Maros.
Urgensi dan Fokus Pelatihan
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi bencana seperti banjir, angin puting beliung, longsor, dan kebakaran lahan yang selama ini menjadi ancaman nyata di wilayah Maros. Kondisi alam Maros yang terdiri dari kawasan karst, dataran rendah, aliran sungai besar, dan wilayah padat penduduk menuntut kesiapan serius dan terstruktur.
Syamsul Bahri menegaskan bahwa program ini selaras dengan agenda nasional seperti Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA), Strategi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (PRB), serta penguatan Sistem Peringatan Dini (EWS) berbasis teknologi digital.
Materi dan Pelaksanaan Kegiatan
Pelatihan dilaksanakan secara terpadu melalui pemberian teori, diskusi, studi kasus, praktik lapangan, simulasi bencana, serta evaluasi harian. Narasumber dari BMKG membawakan materi terkait sistem peringatan dini dan interpretasi informasi cuaca, sementara BASARNAS memberikan pelatihan teknik evakuasi, penggunaan rescue rope, metode pengamanan korban, serta latihan keselamatan diri relawan.
Peserta juga dikenalkan pada penggunaan teknologi digital modern seperti peta rawan bencana berbasis GIS, GPS navigasi evakuasi, dan aplikasi pemantauan cuaca.
Simulasi lapangan dilakukan dengan skenario banjir besar yang melibatkan koordinasi multi-instansi, evakuasi korban, pengelolaan pengungsi, pengaturan lalu lintas darurat, dan pengoperasian logistik bencana.
Kolaborasi Lintas Instansi dan Penguatan Komunitas
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara berbagai stakeholder kebencanaan di Maros. Tagana dan BAZNAS turut berbagi pengalaman terkait penanganan pengungsi dan distribusi logistik darurat, sedangkan BPBD mendorong pembentukan Komunitas Siaga Bencana di tingkat desa.
Selain peningkatan aspek teknis, materi dukungan psikososial juga diberikan agar relawan mampu menghadapi tekanan lapangan serta memberikan pelayanan kemanusiaan yang beretika dan empatik kepada korban.
Rencana Tindak Lanjut
BPBD Kabupaten Maros merencanakan beberapa langkah lanjutan setelah pelatihan ini, di antaranya:
Pembentukan relawan inti BPBD,
Pelatihan tingkat kecamatan,
Pembaruan SOP penanganan bencana tingkat kabupaten,
Integrasi pendidikan kebencanaan di sekolah dan perguruan tinggi,
Penguatan peran perempuan dalam penanggulangan bencana.
Harapan dan Komitmen
Melalui pelatihan ini, seluruh peserta diharapkan menjadi duta mitigasi bencana dan mampu mentransformasikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di wilayah masing-masing. BPBD menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan secara rutin setiap tahun.
“Kesiapsiagaan adalah kunci. Bencana tidak bisa dicegah, namun dampaknya dapat dikurangi jika kita siap,” tegas pihak BPBD dalam sambutannya.
Dengan kolaborasi yang kuat dan peningkatan kapasitas berkelanjutan, Kabupaten Maros optimis semakin tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
Reporter: Suriadi
Editor: JDT










